Bergerak cepat adalah salah satu cara kerja di Perusahaan ini. Owner adalah orang yang gesit dan bergerak cepat dalam melakukan sesuatu — cepat melihat perubahan market, cepat melihat peluang, cepat mengambil tindakan untuk melakukan perubahan, cepat dalam mengambil keputusan. Team harus mengikuti flow dan alur kerja Owner jika ingin bertahan di Perusahaan ini.
Peka terhadap perubahan pasar (market) adalah salah satu kunci keberhasilan sebuah Perusahaan. Jika Perusahaan tidak peka terhadap perubahan dan tidak bergerak cepat mengambil tindakan, ia akan tenggelam tergerus zaman.
Peka terhadap peluang adalah salah satu kunci kesuksesan. Kesempatan emas tidak datang berkali-kali, dan Owner sangat peka terhadap peluang yang ada di depan mata sehingga sangat cepat mengambil tindakan dan momentum yang menguntungkan Perusahaan. Karyawan diharapkan bisa mengikuti alur kerja yang serba cepat ini — jika tidak, artinya Karyawan tidak cocok bekerja di tempat ini.
Peka terhadap peluang dan momentum akan membuat kita selalu punya gebrakan baru dan perubahan yang mendadak — entah perubahan strategi marketing, perubahan konten, atau perubahan lainnya. Diharapkan Karyawan bisa mengikuti alurnya dengan cepat tanpa bertanya-tanya "kok gini sih?", "kok gitu sih?". Jika memiliki mindset demikian, artinya Karyawan tidak cocok bekerja di sini.
Perusahaan ini bekerja dengan cara kerja yang fleksibel, tidak kaku dan tidak monoton. Jika Karyawan menginginkan tempat kerja yang stabil dan monoton, artinya Karyawan tersebut tidak cocok bekerja di sini.
Perusahaan membutuhkan Karyawan yang asyik dan menyenangkan — asyik diajak ngobrol, asyik diajak berdiskusi, asyik diajak sharing, dan memiliki mindset yang positif agar tidak mengganggu vibes Perusahaan yang positif.
Perusahaan membutuhkan Karyawan yang seru dan antusias menyambut setiap gebrakan baru dari Owner yang membuat kantor riuh dengan kesibukan yang dar-der-dor. Mungkin akan melelahkan, tapi Karyawan lama yang sudah merasakan, mereka berkata bahagia menjalaninya.
Perusahaan menginginkan setiap Karyawan bahagia dan enjoy dengan pekerjaannya, lingkungan kerjanya, pimpinannya, dan Perusahaannya. Karena kebahagiaan Karyawan sangat berpengaruh terhadap kinerjanya. Jika Karyawan merasa tertekan, artinya ia tidak cocok bekerja di sini.
Setiap keputusan dari Owner adalah keputusan yang sudah dipikirkan dengan matang sesuai pengalaman dan ilmu yang telah dipelajari dan dipraktekkan selama ini. Karyawan yang baik adalah yang percaya bahwa apa yang diputuskan oleh Owner adalah yang terbaik bagi Perusahaan.
Tujuan kita bekerja di sini adalah untuk menciptakan laba bagi Perusahaan. Karyawan yang tidak memikirkan keuntungan bagi Perusahaan, artinya tidak cocok bekerja di sini.
Setiap bulan, Perusahaan memiliki target margin yang harus dicapai, sehingga Karyawan harus bisa menghasilkan penjualan setiap hari dengan cara melakukan promosi, mengatur strategi marketing, membuat konten yang menarik dan menjual, mengatur strategi konten, melakukan follow up, menyebarkan link produk ke semua lini channel promosi, melakukan iklan berbayar, dan evaluasi.
Perusahaan tidak ingin menciptakan customer dengan mindset gratisan atau yang hanya mengejar diskon. Perusahaan sangat jarang melakukan promo/diskon yang dapat mengurangi margin, karena Perusahaan percaya terhadap value dari produk yang dijual.
Untuk menghasilkan penjualan, bukan dengan cara menurunkan harga, tetapi dengan cara meningkatkan value produk atau menceritakan value-value dari produk yang kita jual lewat konten dengan teknik storytelling. Harga itu relatif — mahal atau murah hanyalah persepsi.
Customer akan lebih mudah membeli jika mereka merasa value produk lebih besar melebihi harga yang harus mereka bayar. Contohnya: rumah tangga jauh lebih berharga untuk dipertahankan daripada uang Rp149.000 (dengan belajar di buku MKU). Karyawan harus bisa memainkan psikologi calon customer agar bisa menjual lebih mudah.
Jika penjualan sepi, yang harus dilakukan adalah mengevaluasi diri, memperbaiki strategi konten, memperbaiki kata-kata promosi, mengevaluasi konten, dan memperbaiki strategi marketing. Kata-kata yang tidak menjual tidak akan menggerakkan orang untuk membeli.
Perusahaan menjual dengan cara storytelling (bercerita) dengan tujuan menyentuh emosi dan hati audience, sehingga promosi yang dilakukan terkesan lebih soft selling, bukan hard selling.
Hard selling membuat customer merasa dijualin, sehingga promosi tidak akan berhasil jika terus melakukan hard selling. Algoritma sosial media tidak menaikkan konten yang hard selling, dan tidak ada orang yang suka dengan iklan karena terkesan dipaksa untuk membeli.
Perusahaan meyakini bahwa tidak ada musim sepi dan musim ramai. Bagi Owner, semua waktu adalah baik sesuai ketentuan Allah. Tidak ada alasan penjualan sepi karena ekonomi melemah — itu hanya alibi. Penjualan sepi terjadi karena Karyawan tidak bisa melakukan promosi dengan baik.
Perusahaan meyakini bahwa penjualan ramai adalah hal yang sangat bisa diikhtiarkan jika seluruh Karyawan mau diajak bekerja sama. Karyawan yang tidak bisa diajak bekerja sama dalam menciptakan penjualan dan laba, artinya tidak cocok bekerja di sini.
Setiap bulan Perusahaan mengadakan acara makan-makan dalam rangka mengeratkan hubungan antara Karyawan dan Owner. Di sana Karyawan dipersilakan untuk curhat dan bercerita apa saja terkait pekerjaan/Perusahaan atau masalah pribadi. Ini dilakukan di luar jam kerja.
Perusahaan memiliki visi ingin membantu 1 juta muslimah untuk menjadi istri yang shalihah dan dicintai Allah. Diharapkan Karyawan juga menanamkan visi ini dalam setiap aktivitas selama bekerja.
Perusahaan membutuhkan Karyawan yang cerdas dan pintar dalam berpikir, mudah memahami ilmu yang diberikan, serta mudah beradaptasi dengan perubahan sesuai flow Perusahaan yang cepat.